Selasa, 28 Juni 2016

TIPS MUDIK MENGGUNAKAN MOBIL PRIBADI





Hari ini Ramadhan sudah memasuki hari ke-23 yang artinya lebaran Idul Fitri kurang lebih tersisa 7 hari lagi. Seminggu sebelum lebaran ini arus mudik mulai terlihat dan pastinya akan terus meningkat dan diperkirakan mencapai puncaknya pada H-1.
Media transportasi yang digunakan untuk mudik bermacam-macam jenisnya, ada yang menggunakan Bus, Kereta, Pesawat, Mobil Pribadi atau bahkan Motor. Pergi mudik menggunakan mobil pribadi memerlukan persiapan khusus agar perjalanan selama mudik dapat dinikmati dengan nyaman.
Berikut beberapa tips dari kami untuk Anda yang akan mudik menggunakan mobil pribadi:

Kondisi kendaraan
Periksa kondisi kendaraan Anda sebelum melakukan mudik. Karena mudik biasanya menempuh perjalanan jauh dan lama, sangat disarankan kendaraan diservis untuk menghindari masalah kendaraan di jalan. Lalu simpan pula nomor-nomor penting bengkel siaga selama perjalanan untuk jaga-jaga.

Rute mudik
Tentukan dan pastikan rute perjalanan mudik Anda, seperti lewat jalur pantura atau tol baru Cipali. Cari informasi terkini dari jalur pilihan tersebut, terutama apabila Anda buntu mengetahui daerah/kota mana saja yang Anda lewati terjadi kemacetan. Dan siapkan pula jalur alternatif jika memang kemacetan yang dialami tiada tara.

Stamina
Jaga kondisi fisik ketika berkendara. Praktekkan prinsip Smart driving atau cerdas berkendara dan tak perlu kebut-kebutan. Patuhi segala rambu-rabu lalu lintas dan marka jalan demi keselamatan bersama. Hindari penggunaan bahu jalan Tol, gunakan selalu sabuk pengaman dan jangan bermain handphone ketika berkendara.

Barang-barang
Jangan memaksa semua barang masuk ke dalam kendaraan. Cukup bawa barang-barang yang memang diperlukan saja. Sangat penting memastikan kendaraan bisa melaju sesuai kapasitas/kemampuannya.

Balita
Jika Anda membawa balita saat mudik, buatlah kondisi nyaman di dalam kendaraan seperti menambah bantal dan selimut. Siapkan pula mainan atau lagu dan video yang pas agar balita tidak merasa bosan selama mudik.
Jadi, selamat mudik. Semoga selamat sampai di kampung halaman dan dapat bertemu dengan seluruh keluarga dengan penuh suka cita Idul Fitri.

Selasa, 14 Juni 2016

CARA MENJAGA KEBUGARAN TUBUH SAAT PUASA




Bagi Anda yang menjalani puasa di bulan Ramadan, aktivitas harian Anda mungkin mengalami sedikit perubahan. Setidaknya, jadwal-jadwal harian Anda akan Anda sesuaikan dengan jadwal puasa yang sedang Anda jalankan.
Jika dilakukan dengan benar, berpuasa di bulan Ramadan dapat berdampak baik untuk kesehatan Anda. Ketika Anda merasa lapar, tubuh Anda mulai membakar lemak sehingga tubuh Anda menghasilkan energi. Hal ini akan membuat Anda mengalami penurunan berat badan. Sebaliknya, jika Anda berpuasa secara berlebihan, semisal dengan tidak makan waktu sahur, tubuh Anda akan mulai mengambil protein otot untuk bahan bakar energi sehingga massa otot akan menurun dan menjadi tidak sehat.
Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat Anda ikuti agar tubuh Anda tetap sehat dan bugar saat menjalankan aktivitas hingga buka puasa.

1.      Sahur dengan menu tinggi protein dan serat.
Bangun jam empat pagi untuk menyantap sahur memanglah hal yang tak mudah dilakukan. Selain karena rasa kantuk, membiasakan mengonsumsi makanan sesaat setelah kita bangun tidur tentu butuh waktu. Alhasil, tak jarang Anda memilih untuk melewatkan waktu sahur. Melewatkan sahur akan membuat tubuh Anda memanfaatkan makanan terakhir yang Anda makan saat berbuka sebagai sumber nutrisi dan energi bagi tubuh Anda hingga buka puasa. Akibatnya, Anda akan mengalami dehidrasi dan mudah lelah sepanjang hari.
Namun perlua diingat pula, sahur bukanlah waktu untuk makan sebanyak-banyaknya. Daripada makan dengan porsi jumbo, lebih baik Anda memilih makanan apa yang tepat agar Anda tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti telur, ikan, dan kacang-kacangan. Protein berguna agar Anda merasa kenyang lebih lama dibanding dengan mengonsumsi karbohidrat. Selain protein, perbanyaklah mengonsumsi serat. Selain bersifat mengenyangkan, serat juga berfungsi untuk mencegah kecenderungan mengonsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi saat buka puasa nanti.

2.      Hindari berbuka puasa berlebihan.
Anda mungkin sering mendengar ini, “Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.” Hal itu berlaku juga pada saat Anda berbuka puasa. Memang, nampaknya sudah “tradisi” di Indonesia, orang berbondong-bondong menyajikan takjil yang biasanya tidak pernah disajikan, selain di bulan puasa. Ingat, inti dari berpuasa adalah mengonsumsi makanan secukupnya dan juga penuh nutrisi, bukan melahap semua yang ada di depan Anda. Batasi konsumsi kolak pisang yang kaya akan santan, rendang, gorengan, dan makanan penggugah selera lainnya dalam tahap normal. Coba fokus untuk mengembalikan cairan yang hilang di dalam tubuh dan makan secukupnya.

3.      Jaga agar tubuh Anda terhidrasi dengan baik.
Ketika Anda berpuasa, secara perlahan tubuh mengalami dehidrasi hingga waktu Anda berbuka. Kembalikan cairan tubuh saat berbuka dengan minum air secara berkala, jangan sekaligus banyak dalam sekali tenggak karena Anda akan kesulitan minum sekitar 1,5 liter air sekaligus saat buka puasa. Pilihan yang lebih baik adalah dengan meminum air kelapa. Air kelapa memberikan tubuh Anda elektrolit alami, vitamin, serta nutrisi.
Anda juga dapat membuat smoothie dan jus dari campuran buah-buahan dan sayuran sebagai sumber cairan, mineral, vitamin, dan serat larut air. Agar tak mudah haus saat puasa, sebaiknya Anda menghindari makanan yang kadar garamnya tinggi pada saat sahur, seperti bakwan atau kacang asin. Natrium atau garam bersifat higroskopis atau menyerap cairan tubuh sehingga Anda akan mudah haus.

4.      Kurangi asupan karbohidrat.
Kami sangat memahami apabila Anda merasa sangat lapar menjelang waktu berbuka. Ketika Anda lapar, tubuh Anda cenderung menginginkan makanan penuh karbohidrat dan berlemak. Namun, nasi goreng sepiring penuh hanya akan memuaskan rasa lapar Anda sesaat. Jika Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, seperti nasi atau roti, tubuh Anda tidak akan memiliki cukup ruang untuk makanan yang mengandung nutrisi tinggi. Karenanya, cobalah untuk mengisi setengah piring Anda dengan sayur, seperempat untuk karbohidrat (nasi, kentang, atau roti), dan seperempat sisanya makanan yang mengandung protein, seperti ayam, daging merah, dan telur.
Dr. Razeen Mahroof, ahli anestesi dari Universitas Oxford mengatakan bahwa cara Anda memilih dan porsi makanan saat berpuasa kurang lebih sama porsi harian. “Anda harus menyeimbangkan asupan makanan, dengan proporsi karbohidrat, lemak, dan protein yang tepat bagi tubuh Anda,” ujarnya.

5.      Makanlah secara pelan dan bertahap.
Cara ini mungkin sudah banyak diketahui oleh banyak orang yang berpuasa. Saat berbuka, awali dengan minum dan makanan cair yang mudah dicerna oleh lambung. Setelahnya, beri jeda beberapa saat sebelum Anda makan makanan utama. Saat menyantap makanan utama, lakukan secara pelan. Jangan tergesa-gesa layaknya dikejar penjajah, Bung. Makan secara pelan akan membiasakan lambung dan organ pencernaan lain untuk mengolah makanan kembali setelah seharian tidak aktif. Jika sudah dirasa cukup kenyang, berhentilah makan. Konsumsi kembali makanan sekitar 2 jam setelahnya. Cara ini akan membuat asupan energi tubuh tetap stabil.

6.      Batasi mengonsumsi kafein
Anda harus bangun pukul empat pagi untuk menyantap sahur, sedangkan Anda baru bisa tidur pada pukul satu pagi. Anda berusaha untuk tetap melek agar tidak melewatkan sahur. Pada kondisi tersebut, Anda tergoda untuk minum kopi agar menjaga Anda tetap terbangun. Jika Anda terbiasa melakukan cara itu, sebaiknya mulai Anda kurangi. Kafein membuat Anda lebih sering buang air kecil. Hal ini tentu akan memperbesar kemungkinan Anda kehilangan cairan tubuh lebih cepat.

7.      Tetap lakukan aktivitas fisik dan olahraga ringan.
Berpuasa tidak berarti Anda berhenti beraktivitas fisik atau melakukan olahraga. Justru saat berpuasa, aktivitas fisik akan membuat metabolisme tubuh tetap terjaga. Tapi, perlu diingat, kurangi porsi aktivitas atau latihan Anda. Jika Anda sedang melakukan program latihan beban, Anda bisa mengurangi berat beban, repetisi, dan set menjadi 50% dari porsi biasa. Soal pemilihan waktu, berlatihlah saat waktu ngabuburit atau jam sebelum buka puasa.