Jumat, 22 April 2016

TIPS MENGEMUDI MOBIL SAAT BERHENTI DI TANJAKAN DENGAN REM TANGAN




Berkendara di jalanan yang penuh dengan tanjakan tentunya akan memberikan tantangan tersendiri bagi si pengemudi. Apalagi jika si pengemudi belum begitu mahir dalam mengemudikan mobil, tentu saja hal ini akan membuat si pengemudi harus menggunakan berbagai teknik agar mobil yang dikendarai tidak bergerak mundur.

Oleh karena itu, agar perjalanan Anda tetap aman dan nyaman ketika menghadapi situasi seperti tersebut di atas, tidak ada salahnya dan alangkah baiknya jika Anda mengetahui tips mengemudi mobil saat harus berhenti di tanjakan dengan menggunakan rem tangan berikut ini:

Langkah pertama kali yang harus Anda lakukan adalah tentu saja dengan menggunakan hand rem atau rem tangan. Caranya, hentikan laju mobil Anda terlebih dahulu dengan menginjak pedal rem dan pedal kopling pada saat yang bersamaan. Lalu, segera tarik tuas rem tangan untuk menghentikan pergerakan atau mengendalikan posisi mobil saat berada tepat di tengah tanjakan.

Kemudian segera netralkan posisi gigi persneling. Nah, pada kondisi ini mobil sudah cukup aman dengan beberapa catatan Anda tidak membawa beban terlalu berat, karena ada batas maksimal yang bisa ditahan oleh hand rem mobil Anda. Tapi, jika hal ini terjadi pada Anda, Anda bisa meminta bantuan penumpang atau orang lain untuk memberikan rem tambahan berupa ganjalan dari batu atau apa saja pada roda-roda belakang mobil Anda. Hal ini bertujuan untuk membantu kerja rem tangan pada mobil Anda agar tidak terlalu menahan berat berlebih.

Dan jika Anda ingin mobil melaju kembali, langkah pertama yang harus Anda lakukan terlebih dahulu adalah dengan memindahkan posisi persneling ke gigi satu. Lalu tekan pedal gas dan seimbangkan atau kurangi tekanan pada pedal kopling hingga mobil terasa bergetar. Dan jika mobil sudah dalam keadaan aman, segera lepaskan atau turunkan posisi handrem / rem tangan secara perlahan sambil tetap mempertahankan tekanan pada pedal gas dan kopling. Pada kondisi inilah biasanya mobil akan bergerak mundur. Oleh karena itu, agar mobil tidak bergerak mundur, tambah tekanan lebih dalam pada pedal gas, sehingga mobil akan berjalan maju dengan pelan dan tidak bergerak mundur.

Nah, itulah beberapa tips mengemudikan mobil saat harus berhenti di tanjakan dengan menggunakan rem tangan. Tips ini sangat bermanfaat jika digunakan pada jalanan tanjakan yang mengalami kemacetan.

Senin, 18 April 2016

TIPS MENJAGA KESEHATAN PARU-PARU DAN JANTUNG





Paru-paru dan jantung merupakan 2 dari beberapa organ vital dalam tubuh. Paru-paru berfungsi sebagai alat pernapasan serta juga sebagai penyuplai kadar oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk proses regenerasi. Sedangkan jantung berperan sebagai pemompa darah dari dan ke seluruh tubuh, dengan fungsi darah salah satunya adalah untuk mendistribusikan kadar oksigen ke seluruh tubuh. Sebagai organ vital, sangatlah penting bagi siapapun untuk senantiasa menjaga kesehatan paru-paru dan jantung. Ada banyak tips menjaga kesehatan paru-paru dan jantung, mulai dari metode alami hingga modern. Bagi Anda yang menginginkan segalanya serba alami, Anda bisa mencoba tips menjaga kesehatan paru-paru dan jantung secara alami di bawah ini.

Menjaga Kesehatan Jantung
Menurut para ahli kesehatan dan jantung, salah satu zat yang berperan penting dalam pembentukan serta penyokong tugas jantung adalah Omega 3. Asam lemak Omega 3 dibutuhkan sebagai penyeimbang dari timbunan kadar lemak jahat dalam tubuh yang senantiasa menjadi penyebab utama berbagai masalah jantung. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh timbunan lemak jahat ialah stroke, serangan jantung, dan banyak lagi.
Hal tersebut terjadi karena tingginya kadar kolesterol dalam darah. Lemak yang terbawa oleh darah lambat laun akan mengendap dan menyumbat pembuluh darah, menyebabkan gangguan pada fungsi jantung. Dan dengan diberikannya suplai asam lemak Omega 3 dalam tubuh akan membantu mengikis timbunan lemak tersebut dan menjaga kesehatan jantung beserta pembuluh darah dalam tubuh.
Ada pun jenis makanan yang merupakan sumber Omega 3 diantaranya adalah alpukat dan almond. Kedua jenis buah dan kacang-kacangan tersebut sangat mudah ditemukan dan rasanya pun lumayan lezat. Selain itu, sumber Omega 3 lainnya yang patut Anda pertimbangkan untuk menjaga kesehatan jantung adalah salmon dan sarden.

Menjaga Kesehatan Paru-Paru
Salah satu hal penting yang secara efektif dapat menjaga kesehatan paru-paru adalah antioksidan. Antioksidan berperan penting untuk membersihkan tubuh dari radikal bebas dan racun yang dapat mengganggu kesehatan paru-paru. Dan dalam porsi yang tepat zat tersebut juga dapat membantu memperbaiki serta menjaga fungsi paru-paru.
Beberapa jenis mineral juga sangat efektif untuk meningkatkan fungsi paru-paru seperti kalium, natrium, dan juga magnesium. Zat-zat tersebut bisa kita temukan pada berbagai jenis sayuran, terutama sayuran hijau. Jadi, sebagai awal kampanye Anda untuk menjaga kesehatan paru-paru, Anda bisa melakukannya dengan memperbanyak kadar konsumsi sayuran hijau. Tidak perlu mahal, beberapa jenis sayuran hijau seperti bayam dan sawi hijau dapat menjadi sumber mineral yang penting bagi tubuh.
Sedangkan untuk mendapat suplai antioksidan Anda bisa mencoba dengan mengkonsumsi buah-buahan segar seperti anggur merah, lemon, apel, dan lain sebagainya. Buah tersebut terkenal akan kandungan antioksidannya yang tinggi dan menyehatkan tubuh.

Kamis, 14 April 2016

5 MACAM OLI YANG WAJIB DI KETAHUI PEMILIK MOBIL





1.      Oli Mesin
Oli mesin terbagi dalam tiga jenis oli, yakni oli mineral, semi sintetik dan full sintetik. Oli mineral merupakan oli yang terbuat dari bahan minyak bumi (based oil).
Sedangkan untuk oli semi sintetik merupakan oli yang terbuat dari kombinasi antara oli mineral dan sintetik. Kemudian oli full sintetik terbuat dari bahan murni oli sintetik yang dikembangkan untuk pemakaian lebih tahan lama pada mesin mobil.
Pada oli mesin ukuran kental telah di tetapkan oleh SAE (Society Automotive Engineers) dengan iklim di Indonesia. Untuk  wilayah tropis seperti Indonesia menggunakan 15W-30 sampai 20W-50.
Untuk  mutu atau kualitas disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute), ditandai dengan huruf kapital. Untuk tipe mobil bensin umumnya menggunakan huruf S (service/spark) dan pada diesel menggunakan huruf C (comercial).
Mengganti oli mesin umumnya diukur melalui jarak tempuh per kilometer mobil. Oli mineral bisa digunakan maksimal sampai dengan 7000 km dan oli sintetik bisa di gunakan sampai dengan 10.000 km, namun sebaiknya mengganti oli yang telah ditetapkan oleh pihak pabrikan atau ATPM. Pada umumnya 5000 km, untuk membuat kondisi mesin tetap prima.
Jadi persiapkan jadwal rutin dalam mengganti oli mesin mobil sebelum komponen mesin anda rusak, caranya dengan mencatat kilometer awal ketika menggunakan oli baru.

2.      Transmisi
Oli juga digunakan dalam transmisi kendaraan, dikenal ada dua jenis oli transmisi yakni transmisi manual dan matik, penggunaan oli pun tidak sama. Oli transmisi manual mampu digunakan sampai 10.000 km, dalam keadaan jalan tidak macet atau setiap enam bulan sekali. Sedangkan pada oli khusus matik, sebaiknya diganti setiap kelipatan 20.000 km.

3.      Gardan
Penggantian oli gardan pada umumnya dilakukan bersamaan dengan oli transmisi. Yakni setiap mencapai jarak tempuh setiap 20.000 km, untuk nilai kekentalan pelumas sesuai dengan anjuran produsen kendaraan. 

4.      Rem
Minyak Rem sama seperti oli mesin, minyak rem juga memiliki grade yang dinyatakan dalam satuan DOT (Department Of Transportation). DOT merupakan nilai titik didih dari minyak rem dalam meredam panas akibat pengereman, semakin rendah angka DOT kemampuan meredam panasnya juga kecil. Umumnya DOT 3 untuk kendaraan harian, sementara DOT yang lebih tinggi seperti DOT 5 digunakan untuk racing. Di pasaran terdapat DOT 3, DOT 4, dan DOT 5.

5.      Power Steering
Oli pada power steering digunakan sebagai pompa hidraulik sehingga meringankan pengguna kendaraan dalam pengendali stir mobil. Masa penggantian Oli  power steering kurang lebih sama dengan penggantian minyak rem. Biasanya dilakukan setiap 25.000 km atau sekitar dua tahun.

Selasa, 12 April 2016

MANAJEMEN RISIKO




Manajemen Risiko adalah proses pengelolaan resiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan keamanan, yang tujuannya adalah menjaga harta benda dan personil perusahaan terhadap kerugian akibat kejahatan dan semua gangguan sosial maupun gangguan alamiah, yang mungkin membahayakan kehidupan dan perkembangan perusahaan.

Tahapan dalam Manajemen Risiko adalah:
1.      Identifikasi Resiko
2.      Analisa dan Evaluasi resiko ditinjau dari severity (nilai risiko) dan frekuensinya 
3.      Pengendalian resiko, dimana dalam Pengendalian resiko ini terbagi menjadi dua :

a.       Pengendalian Fisik (Resiko dihilangkan/diminimalisir)
Menghilangkan risiko berarti menghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian.
contoh : dalam mengendarai mobil di musim hujan, kecepatan kendaraan dibatasi maksimum 60 km/jam.
  Meminimalisasi risiko dilakukan dengan upaya-upaya untuk meminimumkan kerugian. 
b.      Pengendalian Finansial ( Resiko ditahan, resiko ditransfer )
Menahan resiko berarti menanggung keseluruhan atau sebagian dari risiko, misalnya dengan cara membentuk cadangan dalam perusahaan untuk menghadapi kerugian yang bakal terjadi (retensi sendiri).  Sedangkan pengalihan/transfer resiko dapat dilakukan dengan memindahkan kerugian/resiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain, contohnya mengalihkan resiko kepada perusahaan asuransi.

Bentuk-bentuk resiko, yaitu :
1.    Resiko Murni adalah resiko yang akibatnya hanya ada 2 macam : rugi atau break even,  contohnya pencurian, kecelakaan atau kebakaran.
2.   Resiko Spekulatif adalah resiko yang akibatnya ada 3 macam : rugi, untung, atau break even, contohnya adalah judi.
3.    Resiko Partikular adalah resiko yang berasal dari individu dan dampaknya lokal, contohnyaadalah pesawat jatuh, tabrakan mobil.
4.  Resiko Fundamental adalah resiko yang bukan berasal dari individu dan dampaknya luas, contohnya adalah angin topan, gempa  bumi, banjir, dan badai.

Fungsi Pokok Manajemen Risiko :
1.      Menemukan Kerugian Potensial
Artinya berupaya untuk menemukan/mengidentifikasi seluruh resiko yang dihadapi oleh perusahaan.
2.      Mengevaluasi Kerugian Potensial
Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua kerugian potensial yang dihadapi oleh perusaaan.
3.  Memilih Teknik/Cara yang tepat atau menentukan suatu kombinasi dari teknik-teknik yang tepat guna menanggulangi kerugian.