1.
Oli Mesin
Oli mesin
terbagi dalam tiga jenis oli, yakni oli mineral, semi sintetik dan full
sintetik. Oli mineral merupakan oli yang terbuat dari bahan minyak bumi (based
oil).
Sedangkan
untuk oli semi sintetik merupakan oli yang terbuat dari kombinasi antara oli
mineral dan sintetik. Kemudian oli full sintetik terbuat dari bahan murni oli
sintetik yang dikembangkan untuk pemakaian lebih tahan lama pada mesin mobil.
Pada oli mesin
ukuran kental telah di tetapkan oleh SAE (Society Automotive Engineers) dengan
iklim di Indonesia. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia menggunakan 15W-30
sampai 20W-50.
Untuk
mutu atau kualitas disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute),
ditandai dengan huruf kapital. Untuk tipe mobil bensin umumnya menggunakan
huruf S (service/spark) dan pada diesel menggunakan huruf C (comercial).
Mengganti oli
mesin umumnya diukur melalui jarak tempuh per kilometer mobil. Oli mineral bisa
digunakan maksimal sampai dengan 7000 km dan oli sintetik bisa di gunakan
sampai dengan 10.000 km, namun sebaiknya mengganti oli yang telah ditetapkan
oleh pihak pabrikan atau ATPM. Pada umumnya 5000 km, untuk membuat kondisi
mesin tetap prima.
Jadi
persiapkan jadwal rutin dalam mengganti oli mesin mobil sebelum komponen mesin
anda rusak, caranya dengan mencatat kilometer awal ketika menggunakan oli baru.
2.
Transmisi
Oli juga
digunakan dalam transmisi kendaraan, dikenal ada dua jenis oli transmisi yakni
transmisi manual dan matik, penggunaan oli pun tidak sama. Oli transmisi manual
mampu digunakan sampai 10.000 km, dalam keadaan jalan tidak macet atau setiap
enam bulan sekali. Sedangkan pada oli khusus matik, sebaiknya diganti setiap
kelipatan 20.000 km.
3.
Gardan
Penggantian
oli gardan pada umumnya dilakukan bersamaan dengan oli transmisi. Yakni setiap
mencapai jarak tempuh setiap 20.000 km, untuk nilai kekentalan pelumas sesuai
dengan anjuran produsen kendaraan.
4.
Rem
Minyak Rem
sama seperti oli mesin, minyak rem juga memiliki grade yang dinyatakan dalam
satuan DOT (Department Of Transportation). DOT merupakan nilai titik didih dari
minyak rem dalam meredam panas akibat pengereman, semakin rendah angka DOT
kemampuan meredam panasnya juga kecil. Umumnya DOT 3 untuk kendaraan harian,
sementara DOT yang lebih tinggi seperti DOT 5 digunakan untuk racing. Di
pasaran terdapat DOT 3, DOT 4, dan DOT 5.
5.
Power
Steering
Oli pada power
steering digunakan sebagai pompa hidraulik sehingga meringankan pengguna
kendaraan dalam pengendali stir mobil. Masa penggantian Oli power
steering kurang lebih sama dengan penggantian minyak rem. Biasanya dilakukan
setiap 25.000 km atau sekitar dua tahun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar